Wednesday, January 23, 2013

Nafsu Tidaklah Tabu



Keinginan seseorang untuk memenuhi segala hasrat hidupnya sering disebut sebagai nafsu. Sejauh ini nafsu selalu di konotasikan sebagai sebuah “ketabuan” untuk disebut sebagai sebuah kebaikan, hal tersebut lebih disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri yang lebih cenderung untuk memenuhi nafsunya secara bebas tanpa batas. Kenginan untuk memenuhi nafsu secara bebas tanpa batas adalah sifat dasar yang dimiliki oleh manusia, namun memenuhi nafsu tanpa batas adalah merupakan kecelakaan yang besar buat manusia itu sendiri, hal ini karena berkaitan dengan sifat lain dari manusia yang selalu memiliki perasaan tidak puas dengan sesuatu yang diperolehnya, dan ini juga merupakan sifat dasar dari Manusia itu sendiri. Semuanya baik untuk manusia sepanjang perasaan tidak puas tersebut tidak merugikan diri sendiri dan membatasi kebebasan orang lain.

Nafsu adalah merupakan penopang dasar bagi berlanjutnya kehidupan manusia di muka bumi ini, nafsu apa saja, nafsu makan, nafsu sex,nafsu ingin berkuasa bahkan nafsu amarah semuanya adalah merupakan hal penting bagi kehidupan manusia. Tanpanya sejarah kehidupan manusia telah berakhir sejak manusia pertama di ciptakan.

Tanpa nafsu makan manusia akan kekurangan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh, secara naluriah manusia ingin makan enak dan banyak. Pertanyaannya adalah, ada apa dengan semua ini? Salahkah keinginan itu? Semuanya tidak salah, makanan enak biasanya mengandung zat-zat yang sangat diperlukan oleh tubuh. Secara otomatis tubuh juga akan menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh dengan memunculkan reaksi muntah misalnya, reaksi-reaksi lain juga akan muncul jika ada benda masuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Semuanya berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada didalam tubuh itu sendiri dengan sistem yang sangat luar biasa baik dapat dijelaskan secara ilmiah atau tidak, karena ada hal-hal tertentu yang hingga kini ilmu pengetahuan belum mampu menjangkaunya. Kenapa saya katakan ada hal-hal tertentu dalam sistem tubuh manusia yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara ilmiah?. Sebuah contoh gampang tentang penyebab manusia hidup, dikatakan bahwa penyebab hidup bagi manusia adalah karena manusia mengkonsumsi makanan, dari makanan tersebut metabolism tubuh akan mengambil zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh yang akan di edarkan keseluruh tubuh dengan darah. Kenapa darah bisa bergerak keseluruh tubuh, penyebabnya karena ada jantung yang memompa darah tersebut hingga dapat melalui pembuluh-pembuluh darah yang ada mulai ujung kaki hingga ujung kepala manusia. Kenapa jantung dapat memompa darah hingga dapat beredar keseluruh tubuh? Penyebabnya karena jantung berdenyut hingga dapat menciptakan tekanan yang akan mendorong darah beredar melewati pembuluh-pembuluh darah yang ada diseluruh tubuh. Sebuah pertanyaan, yang hingga kini belum dapat di temukan jawabannya adalah kenapa jantung dapat berdenyut? Mungkin seorang ahli kedokteran akan mengatakan semua itu terjadi karena ada mekanisme yang terdapat dalam jantung itu sendiri. Namun mereka tidak akan dapat menjawab jika diajukan sebuah pertanyaan bisakah manusia dapat membuat hidup seseorang yang telah meninggal dengan mendenyutkan kembali jantungnya? Tentu tidak, karena ada penyebab lain dari kehidupan itu sendiri yaitu adanya nyawa, dan nyawa adalah sebuah misteri bagi dunia ilmu pengetahuan dan itulah batas dari ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh  manusia.
Kembali pada nafsu makan yang ada pada tubuh manusia, nafsu apapun tidaklah tabu untuk dituruti sepanjang masih mengacu kepada norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Silahkan makan enak namun setiap yang enak tentu tidak semuanya halal dan baik bagi kesehatan, dan perolehlah makanan dengan cara tidak merugikan orang lain. Makanlah sebanyak mungkin sesuai dengan batas kemampuan tubuh, karena jangan sampai tetap terus makan sementara orang lain kelaparan. Makanlah sebagai manusia karena binatangpun punya sopan santun dengan cara makannya.

Kemudian tentang nafsu sex, jangan pernah mengatakan nafsu sex adalah sebagai nafsu yang sangat rendah. Kita ada dimuka bumi ini karena nafsu sex yang dimiliki oleh Bapak dan Ibu kita, orang-orang besar yang terlahir dimuka bumi ini juga terlahir oleh nafsu sex orang tua mereka. Milyaran manusia dimuka bumi ini semuanya adalah “korban” nafsu sex orang tua mereka. Lihatlah mereka terlahir dari orang yang menjunjung tinggi norma susila sekalipun, mereka terlahir dari seorang presiden, seorang petani, seorang pemulung, seorang Kiyahi bahkan seorang Nabi.

Ada sesuatu yang harus kita simpulkan tentang nafsu sex yang dimiliki oleh seluruh umat manusia, bagaimana jika manusia terlahir tanpa nafsu sex? Tentu sejarah kehidupan manusia akan berakhir sejak dahulu kala. Ada sebuah kehendak yang harus kita simpulkan tentang ini semua, apa kehendak itu? Kehendak itu adalah tetap berlangsungnya generasi kehidupan manusia itu sendiri, sebuah kehendak apapun itu namanya yang tidak menginginkan manusia hanya berhenti kepada sebuah generasi tertentu saja.

Seseorang harus menyadari bahwa nafsu sex adalah sebuah “pemberian” jika seseorang tidak ingin mengatakan bahwa nafsu sex adalah merupakan pemberian Tuhan, sebutlah saja nafsu sex adalah merupakan insting yang telah ada pada diri manusia sejak manusia itu ada dimuka bumi, karena apabila seseorang mau menggunakan akalnya dan berfikir tentang hal tersebut  pasti akan menemukan sebuah kehendak yang sangat luar biasa, dan menyadari bahwa keinginan untuk memenuhi nafsu sex sebetulnya bukan hanya sebuah insting yang dimiliki oleh manusia, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari insting itu sendiri  dan akan menemukan peran utama Tuhan terhadap segala aspek kehidupan manusia berkaitan dengan nafsu sex yang dimilikinya. Ada sesuatu yang sangat luar biasa, unik dan ajaib yang dapat di jelaskan, dan akan membawa manusia kepada sebuah pengakuan tentang keberadaan  Tuhan terhadap nafsu sex yang dimiliki oleh manusia. Saya ingin berbagi lebih detail lagi tentang ini semua kepada para pembaca pada renungan selanjutnya. Yang harus kita lakukan adalah karena nafsu adalah merupakan pemberian Tuhan, jadi salurkanlah sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Itulah nafsu,sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengannya manusia dapat bertahan hidup, terus melahirkan generasi baru, dan terus berkembang dalam banyak hal. Nafsu bukanlah  sebuah perasaan manusia yang tabu, dia ada sejak manusia dilahirkan dia juga ada sejak manusia diciptakan pertama kali.

Memang nafsu adalah sifat dasar yang dimiliki oleh manusia dan merupakan pemberian Tuhan, namun bukan berarti manusia dapat menurutinya secara bebas tanpa mengindahkan aturan-aturan yang berlaku baik aturan agama maupun aturan yang berlaku ditengah masyarakat.
Pemenuhan nafsu secara bebas akan merugikan diri sendiri dan orang lain



No comments:

Post a Comment

Popular seribu