Friday, February 8, 2013

Anas,Anis Dan Monas, Apa Hubungannya?




Anis, Anas dan Monas memang tidak ada hubungan saudara. Namun, ketiganya memiliki keterikatan satu sama lain.

Anis yang dimaksud adalah Anis Matta, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara Anas, tak lain tak bukan adalah Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat. Lalu apa hubungannya dengan Monas?

Sejak dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975, Monas atau Monumen Nasional menjadi ikon Indonesia, khususnya DKI Jakarta. Namun, kepopuleran Monas mendadak semakin meroket gara-gara sumpah Anas yang memintanya digantung di Monas, jika ia terbukti terlibat korupsi proyek Hambalang.

Pada Jumat, 9 Maret 2012 lalu, Anas menegaskan jika ia terbukti menerima uang korupsi satu rupiah saja dari proyek Hambalang, silahkan menggantung dirinya di Monas.

Kecurigaan Anas terlibat proyek Hambalang bermula saat Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin 'bernyanyi'. Nazaruddin yang ditetapkan sebagai tersangka, bersumpah jika Anas terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp 243 miliar tersebut.

Seolah enggan menjadi tumbal, Nazaruddin kian kencang bernyanyi. Awalnya Anas membantah tudingan mantan anak buahnya tersebut. Ia menegaskan tidak terlibat sedikit pun dalam kasus yang juga menjerat Angelina Sondakh itu.

Ironisnya, perlahan-lahan tudingan Nazaruddin terbukti. Isu terbaru Anas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Jika begitu, Anas hampir dipastikan ikut menikmati uang haram dari proyek Hambalang. Dan gara-gara sumpah Anas, Monas bakal semakin populer.

Jika kabar Anas menjadi tersangka itu benar, ini adalah kali kedua ketua umum partai politik yang memiliki nama besar menjadi tersangka.

Anda tentu masih ingat saat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq digiring petugas KPK lantaran disangkakan terlibat suap daging sapi impor pada akhir Januari lalu. Luthfi disangkakan menerima uang Rp 1 miliar sebagai suap impor daging sapi.

KPK bergerak cepat. Tak hanya menangkap, KPK langsung menetapkan Luthfi sebagai tersangka dan menjebloskannya ke bui.

Pergerakan Luthfi tak kalah kilat. Ia bersikap ksatria dan langsung menyatakan mundur sebagai Presiden PKS serta anggota Komisi I DPR RI. Tanpa menghabiskan waktu, Majelis Dewan Syuro PKS langsung menggelar rapat guna membahas pengganti Luthfi sebagai Presiden PKS.

Singkat kata, Anis Matta yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen PKS 'abadi', ditetapkan sebagai Presiden PKS yang baru. Sebagai masinis anyar PKS, politisi asal Sulawesi Selatan itu dituntut memutihkan kembali citra partai PKS sebagai partai bersih yang kadung belepotan karena kasus Luthfi.

Jelas itu bukan perkara mudah. Rakyat yang sempat menaruh harapan kepada PKS hampir dipastikan bakal lari ke partai lain. Dan bukan tidak mungkin kasus Luthfi bakal membuat pemilik golput pada Pemilu 2014 meningkat.

Jika Anis sibuk bergerilia merangkul kader-kadernya di daerah agar tidak lari, lain halnya Anas. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono sudah memberikan opsi kepada Anas untuk menyelesaikan kasus hukum yang sedang membelitnya. SBY meminta Anas fokus dan sejenak tidak memikirkan partai karena urusan Demokrat akan diambil alih SBY.

Kini yang perlu Anis lakukan adalah menjaga kepercayaan kader dan simpatisan PKS agar suara di Pemilu 2014 tidak hilang. Sementara Anas harus bisa membuktikan jika ia tidak bersalah dengan menyodorkan bukti-bukti akurat.

Jika Anas tidak bisa membuktikan diri tidak terlibat korupsi, ia harus bersiap-siap memenuhi janji dan sumpahnya, ia harus bersedia digantung di Monas.




Sumber: Republika

No comments:

Post a Comment

Popular seribu