Sunday, February 24, 2013

Imam Syiah Larang 3G Di Iran


Imam Syiah Larang 3G Di Iran

Empat imam besar Syiah Iran atau Ayatullah mengeluarkan fatwa yang menyatakan layanan telekomunikasi berbasis 3G berbahaya bagi masyarakat. Namun, banyak yang menanggap ada udang di balik batu dari fatwa para imam Syiah ini.

Fatwa ini diperuntukkan bagi layanan baru operator telepon seluler Rightel, perusahaan pertama yang menghadirkan layanan 3G di Iran. Layanan ini memungkinkan para penggunanya melakukan panggilan video dan mengaktifkan fungsi pesan multimedia dengan layanan internet kecepatan tinggi.

Empat Ayatullah, yaitu Nasser Makarem-Shirazi, Hossein Nouri Hamedani, Jafar Sohbhani dan Seyyed Sajjad Alavi Gorgani, mengeluarkan fatwa bahwa layanan tersebut bisa membahayakan kesucian masyarakat dan memberikan akses kepada tindakan dosa.

"Penurunan moral dan korupsi menggunakan layanan Rightel lebih besar ketimbang manfaatnya," kata Ayatullah Makarem-Shirazi, dilansir laman al-Monitor pekan ini.

"Hal ini akan memberikan penyimpangan baru di masyarakat, yang saat ini sudah dipenuhi penyimpangan. Ini akan menimbulkan kerusakan pada sistem politik dan agama di Iran," kata Ayatullah Alavi Gorghani.

Beberapa hari sebelumnya, 17 anggota parlemen Iran menulis surat kepada Presiden Ahmadinejad dan Kementerian Intelijen yang meminta penghentian kegiatan operasional Rightel.

Beberapa hari sebelumnya, 17 anggota parlemen Iran menulis surat yang ditujukan kepada Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan Kementerian Intelijen yang meminta penghentian kegiatan operasional Rightel.

Fatwa ini mendapatkan penentangan dari para kaum muda Iran. Mereka mencurigai fatwa anti 3G itu dimaksudkan untuk membatasi komunikasi selama pemilihan umum Presiden tahun ini.

"Faktanya, mereka takut jika orang Iran bisa merekam video pada aksi protes, maka dunia bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di negara ini," kata seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Adanya layanan 3G disambut baik oleh para pengguna ponsel di Iran, walaupun membuat baterai semakin boros. "Layanan ini sangat hebat. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Teheran dan ini merupakan cara yang hebat untuk tetap dapat berkomunikasi dengan ibuku yang ada di Shiraz. Rasanya seperti aku selalu berada di rumah untuk ibuku," ucap salah seorang mahasiswa di Teheran.

© VIVA.co.id

No comments:

Post a Comment

Popular seribu