Sunday, February 10, 2013

Profile PS Barito Putra, Sasah Lakasi, Laskar Antasari, Barito Mania, Bakantan Hamuk


PT. PUTERA BARITO BERBAKTI

Nama : Persatuan Sepakbola Barito Putera
Julukan : Laskar Antasari
Didirikan : 1988
Stadion : Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan (15.000 penonton)
Pendiri : H. Sulaiman. H.B
Supporter : Barito Mania, ND Yellow Boys, Laskar Mania
Manajer Tim :

M. Hatta (1988),
Yos Simon (1990),
Rahmadi (1994),
Hasnuryadi HAS (2004),
Irwan Cahyadi (2005),
Zainal Hadi (2006-2011)
Hasnuryadi HAS (2011- sekarang)

Perjalanan PS. Barito Putera

1988/1989

Barito Putera dibentuk dengan harapan memajukan sepakbola banua. Lahir dari inisiatif H. Sulaiman HB, yang saat itu sedang mempertaruhkan nyawa di RS Pondok Indah Jakarta karena dihadapkan pada operasi besar. Beberapa pemainnya berasal dari Persinus, beberapa diantaranya adalah :Fachri Amiruddin, Abdillah, Sir Yusuf Huawe. Awal berdirinya langsung mengikuti Galatama, dengan manajer M Hatta dan Arsitek Andi Lala asal Ujung Pandang.

1989/1990

Pemain Legendaris Barito, Frans Sinatra Huwae bergabung setelah dipanggil H. Leman, frans mundur dari Klub Pelita Jaya. Pelatih saat itu Sukma Sejati, dan Frans menjadi kapten Barito.

1990/1991

Pelatih Sukma Sejati digantikan Maryoto, dimana beliau adalah instruktur Diklat Ragunan yang membimbing Frans. Salahudin bergabung Barito dan kemudian dipanggil Timnas Sea Games Manila dan mendapat medali emas. Salahudin jadi satu-satunya pemain Barito yang digaji PSSI seumur hidup.

1991/1992


Barito Putera melesat dibawah arahan Maryoto menumbangkan tim-tim Galatama. Akhir 1992, maryoto dipanggil PSSI untuk melatih Timnas. Pelatih Barito kemudian dipegang (alm) Andi Teguh.

1992/1993

Andi Teguh membawa barito semakin solid dengan pemain lokal di kompetisi galatama seperti Frans, Salahudin, Zainuri, Yusuf Luluporo, Abdillah, Albert Korano, Fahmi Amiruddin, Samsul Bahri, Joko Hariyono, Heriansyah, Saiman dll.

1993/1994

Daniel Roekito menggantikan Andi Teguh pada 1993, memoles Barito menjadi salah satu Tim yang ditakuti di Liga Dunhill. Memunculkan striker yang sangat disegani saat itu, Buyung Ismu.

1994/1995

Tahun yang tak bisa dilupakan, Barito Putera yang saat itu dimanejeri H Rahmadi HAS sukses ke semifinal Ligina I. Sayang mereka tumbang di semifinal kala berhadapan dengan Persib Bandung 0-1 di Senayan. Kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun sepulangnya dari Senayan, Barito disambut bak Pahlawan, manusia menyemut dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru ke arah Banjarmasin sepanjang 30 km dengan kostum merah kebanggan Barito Putera pada waktu itu.

1995/1996

Tahun ini Barito hanya mampu masuk 8 Besar Liga Dunhill, Daniel Roekito digantikan oleh pelatih asal Bulgaria, A.Soso. Sejak berdiri hingga sekarang, A.Soso adalah pelatih asing satu-satunya yang pernah menukangi Barito.

1996/1997

Maryoto kembali hadir menggantikan A.Soso yang dianggap kurang maksimal. Barito mampu kembali ke 8 besar Liga Kansas.

1997/1998

Maryoto diduetkan dengan A.Soso, namun hasilnya Barito hanya bertengger di 12 besar liga Indonesia.

1998/1999

Masih dengan duet maryoto dan A.Soso, namun belum ada peningkatan, Barito tetap di 12 Besar Ligina.

1999/2002

Barito Bertahan di Divisi Utama, ada 2 pelatih yang sempat menangani Barito, yaitu Rudy William Keltjes dan Tumpak Sihite.

2002/2003

Kondisi Keuangan manajemen Barito Putera sedang mengalami kemunduran, Frans Sinarta Huwae dipercaya melatih Barito Putera. Sayang, setelah 9 Tahun berada di kasta tertinggi Liga Indonesia, Barito harus terpuruk ke Divisi I, sunggu kenangan pahit bagi Barito Putera.

2003/2004

Barito kembali harus jatuh ke Divisi II, Frans digantikan (alm)Gusti Gazali. Sempat diisukan bubar, namun manajer Hasnuriyadi membantahnya dengan press release yang dikirim ke media cetak pada tahun itu.

2004-2007

Ditengah situasi Krisis, H Sulaiman HB menunjuk Putera Bungsunya Zainal hadi HAS untuk jadi manajer tim. Zainal kemudian memanggil Salahudin yang sukses menghantarkan Persepar Palangkaraya ke Divisi I Liga indonesia pada 2007.

2008-2009

Dalam keadaan yang terpuruk, Salahudin memikul tanggung jawab mengembalikan Barito seperti jaman 1994/1995. Akhirnya Salahudin berhasil mengumpulkan materi pemain yang punya semangat juang tinggi dan meraih Juara Divisi II pada 2008 dan mendapat promosi ke Divisi I pada 2009/2010.

2009/2010

Akhirnya Salahudin sukses membawa Barito Putera naik tahta ke Divisi Utama Liga Indonesia setelah menembus 8 besar Divisi I pada musim itu. Gairah tim kebali digalakkan, semangat masuk Divisi Utama jadi bidikan. Hadirlah pilar-pilar terbaik Salahudin seperti Sugeng Wahyudi, Husin Mugni, Dwi Permana, Zulkan Arief, Adre Djoko, Sartibi Darwis, dll.

2010/2011

Ditangan salahudin Barito Putera mampu bertahan di papan tengah Grup 3 Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone. Jika tahun ini bisa jadi tim kuat di Liga Ti-Phone, setidaknya tahun depan bisa jadi pelecut untuk menembus Liga Super Indonesia atau ISL. Pada laga terakhir melawan PSS Sleman, Barito takluk 0-1 sehingga finish di urutan ke 6 Divisi Utama Liga indonesia dan gagal lolos ke Piala Indonesia. Namun kemungkinan harapan besar Barito berlaga di Piala Indonesia sangat terbuka. Barito naik peringkat ke 5 setelah PSSI menghukum Persebaya Divisi Utama karena ketahuan memakai pemain yang tidak sah

2011/2012

Masih ditangan pelatih Salahuddin, Barito Putera sempat gamang memilih antara PT LI dan PT.LPIS. Nama PS. Barito Putera sempat terdaftar di 2 kompetisi kasta kedua itu. Akhirnya Barito Putera memilih berlaga di Divisi Utama PT. Liga Indonesia. Perjalanan diawali dengan hasil manis poin penuh di tour papua Januari 2012. Barito Putera pun tak terkalahkan diseluruh laga Kandang selama 2 musim kompetisi Divisi Utama (sejak 2010-2012). Hasil manis diraih dengan menghempaskan PSBS Biak diakhir penyisihan Grup 2 DU LI, barito lolos 8 besar, supporter pawai. 8 besar Barito sempat terseok setelah meraih kemenangan besar 5-1 atas Persebaya DU, Barito justru ditahan imbang PSSB 1-1 dan dikalahkan PSIM 0-1. Untung saat itu Persebaya justru mengalahkan PSSB dan Barito Lolos semifinal sebagai runner up. Semifinal sekaligus penentuan jatah otomatis lolos ISL Barito berhasil mengalahkan Persepam MU 2-0. Selangkah lagi barito, dan ternyata benar. Malam senin 8/7/2012 seluruh pecinta Barito Putera menyaksikan tim seribu sungai ini mengangkat Piala Divisi Utama yang diburu sejak liga Dunhill (LIGINA I 1994). 18 tahun perjalanan panjang, 10 tahun terjerembab ke divisi II & I, kini Barito Putera kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia dengan status JUARA DIVISI UTAMA setelah menghempaskan Persita Tangerang 2-1. Sackie Teah Doe juga berhasil jadi top skor dengan raihan 18 gol.

No comments:

Post a Comment

Popular seribu